Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2009

Flu Babi, by Dimas


Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A


Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1,H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3.
Di Amerika Serikat, hanya subtipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.

Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun1918. Presiden kala itu, Gerald Ford, diminta untuk mengarahkan rakyatnya disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan. Kasus sudah dipastikan dan disertai korban jiwa.

Pada 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina.
Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.
Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat "apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka." Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.
Penamaan jenis penyakit ini dianggap salah oleh berbagai kalangan, karena telah membuat salah tafsir masyarakat - bahwa babi dapat menularkan penyakit ini kepada manusia. Untuk itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengganti nama penyakit ini dengan Influensa A (H1N1) mulai 30 April 2009 lalu.

Jumat, 22 Mei 2009

Flu Burung, by Dimas

Hi guys!

Masih familiar dengan kata ini?

FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA/ H5N1)

Pasti masih dong.. ya kan??? Meskipun saat ini dunia sedang dilanda Virus Flu Babi (H1N1), tetapi ita tetap tidak boleh lengah dengan Flu Burung juga yang notabene masih menyebar di lingkungan kita semua.

Nah, yang perlu kalian ketahui, selain dapat menyebar melalui manusia, ternyata bahwa virus ini dapat menyebar melalui hewan-hewan peliharaan seperti Kucing, Anjing, Harimau, bahkan Babi yang sekarang terkena Virus Flu Babi-pun juga! Virus yang ditularkan si H5N1 ini adalah Virus Influenza Tipe-A, dimana Virus Tipe-A ini memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.

Penyebab Virus ini tak lain dan tak bukan adalah burung liar dan unggas domestikasi (ternak). Mereka inilah yang menjadi penyebab Virus H5N1.

Nah, yang harus diperhatikan, Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini bakalan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.

Nah, bagi kalian yang mempunyai Unggas, sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan yang kalian miliki juga harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.

Guys, tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian, hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki potensi patogen pada suatu saat. Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Maka dari itu guys, Untuk mencegah penularan, hewan lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.

Nah, dalam rangka waspada, jika kalian merasa demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut, kalian sebaiknya cek diri ke dokter terdekat karena takutnya kalian terjangkit Virus H5N1 karena gejala yang dapat terjadi adalah demikian.

Eits, jangan langsung main minum obat dulu, karena penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Nanti, salah-salah malah jadi berabe. Ya kan?

Nah, biasanya, obat-obatan yang diberikan tim medis dalam penanganan awal adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

Perlu diketahui juga, hingga 6 Juni 2007, WHO telah mencatat sebanyak 310 kasus dengan 189 kematian pada manusia yang disebabkan virus ini dengan rincian sebagai berikut:

  • Indonesia — 99 kasus dengan 79 kematian.
  • Vietnam — 93 kasus dengan 42 kematian.
  • Mesir— 34 kasus dengan 14 kematian.
  • Thailand — 25 kasus dengan 17 kematian.
  • Republik Rakyat Cina — 25 kasus dengan 16 kematian.
  • Turki — 12 kasus dengan 4 kematian.
  • Azerbaijan— 8 kasus dengan 5 kematian.
  • Kamboja— 7 kasus dengan 7 kematian.
  • Irak — 3 kasus dengan 2 kematian.
  • Laos — 2 kasus dengan 2 kematian.
  • Nigeria— 1 kasus dengan 1 kematian.
  • Djibouti — 1 kasus tanpa kematian.

Minggu, 17 Mei 2009

NARKOBA , by Pucho


Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Narkoba atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat dilakukannya dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini Narkoba itu disalah gunakan akibat pemakaian yang telah diluar batas dosis.

Penyebaran Narkoba

Hingga sekarang penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Penyalahgunaan narkoba dan bahan adiktif bahkan masuk kelingkungan sekolah. Hampir seluruh penduduk dunia dengan mudahnya mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk . Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir karena penyebaran narkoba sudah meraja rela. Upaya pemberantas narkoba sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang masih tercandu narkoba. Hingga saat ini, upaya yang paling efektif untuk mencegah Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

Efek penggunaan Narkoba

1. Orang yang menggunakan Narkoba akan mengalami yang namanya mati rasa, jadi jika dipukul atau dicubit sekeras apapun tidak akan merasa sakit.
2.
Mengurangi rasa sakit, mengendorkan saraf dan menenangkan serta membuat tidur (depresan).

3.
Merangsang saraf pusat agar energi meningkat (stimulasi)
Orang yang menggunakan Narkoba biasanya energinya meningkat sehingga mereka tidak merasa lelah meski banyak melakukan aktivitas.
4.
Merubah pikiran/perasaan agar merasakan hal yang luar biasa (halusinogen).
Biasanya mereka berkhayal tentang yang aneh-aneh. Lalu menyebabkan mereka berbicara yang tidak masuk akal. 5. Menurunkan kekebalan tubuh, keracunan darah, bahkan kematian.

Jenis Narkoba




Jenis-jenis Narkoba Narkoba pun telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan. Inilah contoh jenis narkoba dan gejalanya:



OPIAT/ Opium (candu)


Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi). • Menimbulkan rasa kesibukan (rushing sensation) • Menimbulkan semangat • Merasa waktu berjalan lambat. • Pusing, kehilangan keseimbangan/mabuk. • Merasa rangsang birahi meningkat (hambatan seksual hilang). • Timbul masalah kulit di sekitar mulut dan hidung.


MORFIN


Merupakan zat aktif (narkotika) yang diperoleh dari candu melalui pengolahan secara kimia. Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah.
• Menimbulkan euforia (perasaan akan kebahagiaan besar atau keadaan yang nyaman.). • Mual, muntah, sulit buang air besar. • Kebingungan. • Berkeringat. • Dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar-debar. • Gelisah dan perubahan suasana hati. • Mulut kering dan warna muka berubah.


HEROIN

Heroin murni berbentuk bubuk putih sedangkan heroin tidak murni berwarna putih keabuan (street heroin). Zat ini sangat mudah menembus otak sehingga bereaksi lebih kuat dari pada morfin itu sendiri. Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.
Timbul rasa kesibukan yang sangat cepat/rushing sensastion (± 30-60 detik) diikuti rasa menyenangkan seperti mimpi yang penuh kedamaian dan kepuasan atau ketenangan hati (euforia). Ingin selalu menyendiri untuk menikmatinya. Jika sudah toleransi, semakin mudah depresi dan marah sedangkan efek euforia semakin ringan atau singkat.


GANJA


Berasal dari tanaman kanabis sativa dan kanabis indica. Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
• Denyut jantung atau nadi lebih cepat.
• Mulut dan tenggorokan kering.
• Merasa lebih santai, banyak bicara dan bergembira.

• Sulit mengingat sesuatu kejadian.
• Kesulitan kinerja yang membutuhkan konsentrasi, reaksi yang cepat dan koordinasi.
• Kadang-kadang menjadi agresif bahkan kekerasan.
• Bilamana pemakaian dihentikan dapat diikuti dengan sakit kepala, mual yang berkepanjangan, rasa letih/capek.

• Gangguan kebiasaan tidur.

• Sensitif dan gelisah.

• Berkeringat.

• Berfantasi.

• Selera makan bertambah.